Nilai Bitcoin Meroket, Apa Kata Orang Terkaya Dunia?


Mata uang virtual bitcoin kini menjadi pusat perhatian. Lonjakan nilai bitcoin membuat banyak pihak menjadi tertarik, dan ada juga skeptis. Ada sebagian besar orang senang dengan kenaikan imbal hasil investasi. Namun, ada juga takut nilai investasi itu hancur. Salah satunya bitcoin.

Bitcoin diperdagangkan di atas US$ 16.000 atau sekitar Rp 217 juta (US$ 1=Rp 13.593) pada pedagangan kemarin. Dalam satu “pasar” saja, Bitcoin diperdagangkan di atas US$ 18.000 atau Rp 244 juta. Ada sejumlah orang berminat meski harganya 11 persen di atas harga pasar.

Seperti yang pernah dibahas, tidak ada cara untuk memprediksi nilai bitcoin. Tidak ada nilai intrinsik. Sampai saat ini, bitcoin dibeli secara murni dengan harapan orang lain yang membelinya akan membayar lebih tinggi, pada waktu tertentu. Pada akhirnya, ini merupakan spekulasi mengenai psikologi manusia.

Mari kita lihat bagaimana investor dan orang kaya dunia berpendapat mengenai Bitcoin seperti yang dilansir Forbes, Jumat (15/12/2017):

Miliarder Carl Icahn, investor legendaris yang memiliki track record terpanjang dan terbaik di dunia menuturkan, dirinya tidak mengerti soal bitcoin.”Jika Anda membaca seluruh sejarah mengenai Economic Bubble atau gelembung ekonomi, barangkali Anda akan paham,” ujar Icahn.

Miliarder Warren Buffett, investor dengan value terbaik sepanjang masa mengatakan, “Jauhilah hal tersebut. Ini hanyalah fatamorgana, gagasan bahwa bitcoin memiliki nilai intrinsik yang sangat besar adalah sebuah lelucon, ini adalah cara untuk mentransmisikan uang.”

Selain itu, miliarder Jamie Dimon juga mengatakan, “Ini bukan hal nyata, ini adalah penipuan.”

Miliarder Ray Dalio, pendiri salah satu hedge fund terbesar di dunia menambahkan poinnya,

“Bitcoin adalah gelembung spekulatif (speculative bubble). Orang-orang berpikir mereka bisa menjualnya dengan harga lebih tinggi, maka jelas sudah bahwa ini adalah gelembung spekulatif.”

Investor dan juga miliarder Leon Cooperman berujar, “Saya tidak punya uang di bitcoin. Bitcoin hanyalah euforia.”

Miliarder Marc Lasry menyampaikan, “Seharusnya saya membeli bitcoin saat harganya US$ 300 atau sekitar Rp 4 juta. Saya tidak mengerti. Mungkin masuk akal untuk mencoba berpartisipasi pada Bitcoin, tapi saya tidak dapat memberi analisis apakah hal ini masuk akal atau tidak. Namun saya pikir Bitcoin ini nyata, karena lama-kelamaan ia menjadi mainstream.”

Miliarder dan juga investor hedge-fund Ken Griffin berpendapat bitcoin punya banyak elemen. “Ini bukanlah masa depan mata uang, namun saya juga tidak akan menyebutnya sebagai penipuan, Bitcoin memiliki banyak elemen untuk dilihat seperti periode Tulip Mania,” kata Ken.

Sumber: Liputan6