Coffee Break 12 Januari 2018


Lembaga konsultan properti international, collier memprediksi akan adanya perubahan trend pada tahun ini terkait dengan kemungkinan meningkatnya kenaikan sewa gedung perkantoran yang lebih tinggi dibandingkan penjualan gedung. Hal ini terkait dengan perkembangan sektor bisnis e-commerce, coworking space dan infrastruktur. Hal ini disebabkan oleh karena masih stagnannya harga jual perm2 untuk gedung sehingga belum memberikan insentif lebih kepada pemilik gedung strata title untuk menjual assetnya diharga yang lebih tinggi dibandingkan dengan harga pembeliannya.

Hal ini menyebabkan pemilik gedung lebih memilih untuk menyewakan office space ketika kondisi pasar belum sepenuhnya pulih. Hal ini dapat menjadi recurring income untuk membayar biaya perawatan gedung. Namun fenomena di Jakarta tersebut tidak terlihat di kota besar lainnya seperti di Surabaya. Tingkat okupansi di Surabaya di 75.7% pada akhir 2017 lalu. Dibandingkan dengan okupansi rate di kawasan CBD Jakarta mencapai 83,7%. Namun demikian okupansi rate di CBD Jakarta masih akan turun seiring meningkatnya supply dan rendahnya keterisian.

Bagaimana Pendapat Anda?